Untuk lebih jelasnya mari kita lihat secuil dari sejarah watu pinawetengan ini.
SEJARAH.....
Batu Pinawetengan diresmikan pada 1 Desember 1974, oleh HV Worang, sebagai Gubernur Sulawesi
Utara. Dalam bahasa Minahasa, Watu berarti batu. Pinawetengan artinya tempat pembagian. Jadi Watu Pinawetengan berarti tempat pembagian.
Di batu inilah terjadi musyawarah pembagian wilayah sembilan sub etnis Minahasa oleh leluhur bangsa Minahasa, di antaranya Tountemboan, Tombulu, Tonsea, Tolour, Tonsawang, Pasang, Penosakan, Bantik dan Siau.
SEDIKIT INFORMASI TENTANG PINAWETENGAN
ü Atap dari watu pinawetengan tersebut
menyerupai bagian atas Waruga (kuburan batu khas Minahasa)dan terdapat patung
burung Manguni.
ü Ukuran dengan panjang sekitar 4M,
lebar 2M, dan tinggi sekitar 1.5M.
ü Terdapat goresan tangan manusia di
permukaan batu ini. Goresan ini dipercaya sebagai hasil perundingan suku-suku
itu. Bentuknya yang beragam diartikan sebagai simbol dari manusia pertama
Minahasa, yaitu simbol laki-laki yang bernama Toar dan perempuan yang bernama
Lumimuut. Dan juga goresan tak beraturan tanpa makna.
Sedikit tambahan dari saya.
waktu kunjungan studi tour kesini, kebetulan ada seorang bapak yang bertingkah (maaf) aneh. dia seperti melakukan suatu ritual. Saya sudah mencoba menyakan pada dosen pemandu kami. Beliau bilang, kemungkinan orang itu sedang melakukan ritual untuk pengobatan, secara watu pinawetengan hanyalah sebuah tempat pertemuan bukan tempat pemujaan. berikut link videonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar