Minggu, 21 Mei 2017

Benteng Moraya


Sinopsis Sejarah Benteng Moraya
  • Pada tahun 1800’an terjadi perang tondano yang melibatkan orang-orang minahasa dan pemerintah kolonial belanda. Para kepala walak minahasa bisa mempertahankan wilayah tondano dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun ahkirnya benteng dapat di tembus oleh pasukan belanda. Belanda lalu membumihanguskan daerah benteng serta membunuh penduduk yang tertinggal. Sehingga membuat air danau menjadi berwarna merah darah (Moraya). Karena itulah benteng ini di namakan benteng moraya.
Benteng Moraya (saat ini)
  • Sekarang benteng moraya menjadi salah satu tempat wisata di minahasa.
  • Pengunjung di benteng ini cukup ramai.
  • Benteng yang dulunya ada diatas danau kini telah menjadi daratan.
  • Hanya tersisa puing-puing kayu yang telah terbakar sebagai saksi bisu sejarah
Tambahan :
         Tempat ini saat ini sedang berada dalam proses renovasi, yang dimana saat kami melakukan kunjungan ke benteng Moraya kami melihat beberapa tempat yang sedang dibangun. seperti tempat rehat untuk para wisatawan, serta sebuah tempat yang bentuknya seperti colosium. Kata penjaga Benteng Moraya Colosium itu nantinya digunakan untuk tempat pertunjukan.

Watu Pinawetengan

Watu Pinawetengan adalah tempat yang bersejarah bagi orang minahasa. karena diasini adalah tempat terjadinya perjanjian tetua di minahasa mulai dari tonsea, tondano, tombulu, Tountemboan, Tolour, Tonsawang, Pasang, Penosakan, Bantik dan Siau.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat secuil dari sejarah watu pinawetengan ini.






SEJARAH.....
Batu Pinawetengan diresmikan pada 1 Desember 1974, oleh HV Worang, sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Dalam bahasa Minahasa, Watu berarti batu. Pinawetengan artinya tempat pembagian. Jadi Watu Pinawetengan berarti tempat pembagian.
Di batu inilah terjadi musyawarah pembagian wilayah sembilan sub etnis Minahasa oleh leluhur bangsa Minahasa, di antaranya Tountemboan, Tombulu, Tonsea, Tolour, Tonsawang, Pasang, Penosakan, Bantik dan Siau.

 SEDIKIT INFORMASI TENTANG PINAWETENGAN
ü  Watu Pinawetengan berlokasi di Desa Pinawetengan, Kecamatan Tompaso, Minahasa.

ü  Para pengunjung diharapkan melepas alas kaki ketika memasuki pagar watu pinawetengan.

ü  Atap dari watu pinawetengan tersebut menyerupai bagian atas Waruga (kuburan batu khas Minahasa)dan terdapat patung burung Manguni.
ü  Terdapat sesajen disamping batu tersebut.

ü  Ukuran dengan panjang sekitar 4M, lebar 2M, dan tinggi sekitar 1.5M. 

ü  Terdapat goresan tangan manusia di permukaan batu ini. Goresan ini dipercaya sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Bentuknya yang beragam diartikan sebagai simbol dari manusia pertama Minahasa, yaitu simbol laki-laki yang bernama Toar dan perempuan yang bernama Lumimuut. Dan juga goresan tak beraturan tanpa makna.
 


     Sedikit tambahan dari saya.
waktu kunjungan studi tour kesini, kebetulan ada seorang bapak yang bertingkah (maaf) aneh. dia seperti melakukan suatu ritual. Saya sudah mencoba menyakan pada dosen pemandu kami. Beliau bilang, kemungkinan orang itu sedang melakukan ritual untuk pengobatan, secara watu pinawetengan hanyalah sebuah tempat pertemuan bukan tempat pemujaan. berikut link videonya.

Senin, 15 Mei 2017

Kunjungan Ke Mahkam Pahlawan


    Apakah anda pernah berkunjung ke makam pahlawan manado?
Jika belum, anda tidak akan sia-sia mampir ke blog saya ini. Disini saya akan menceritakan sedikit informasi tentang taman makam pahlawan manado yang berada di daerah kairagi ini.

    Pertama saya akan bahas tentang kebersihan taman ini.




   Seperti yang terlihat pada gambar diatas. Taman makam pahlawan ini cukup terjaga kebersihanya. Saya cukup salut kepada pengurus taman makam pahlawan disini.

    Nah, setelah membahas keersihamya sekarang saya akan membahas tentang fasilitas yang berada di taman makam pahlawan ini. Hasil dari pegawasan saya fasilitas disini benar-benar memprihatinkan, terutama pada toiletnya yang rusak. Bahkan ada tempat- tempat tertentu yang aliran listriknya telah terpotong.

    Jadi apa yang diperlukan oleh taman makam pahlawan ini?
Menurut saya yang diperlukan disini adalah kita semua, yaitu warga negara yang memjadi alasan para pahlawan berjuang melawan penjajah. 
    Apa yang kita harus lakukan?
Menurut saya yamg harus kita lakukan adalah berziarah dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur demi kita semua