Sinopsis Sejarah Benteng Moraya
- Pada
tahun 1800’an terjadi perang tondano yang melibatkan orang-orang minahasa
dan pemerintah kolonial belanda. Para kepala walak minahasa bisa
mempertahankan wilayah tondano dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun
ahkirnya benteng dapat di tembus oleh pasukan belanda. Belanda lalu
membumihanguskan daerah benteng serta membunuh penduduk yang tertinggal.
Sehingga membuat air danau menjadi berwarna merah darah (Moraya). Karena
itulah benteng ini di namakan benteng moraya.
Benteng Moraya (saat ini)
- Sekarang
benteng moraya menjadi salah satu tempat wisata di minahasa.
- Pengunjung
di benteng ini cukup ramai.
- Benteng
yang dulunya ada diatas danau kini telah menjadi daratan.
- Hanya tersisa puing-puing kayu yang telah terbakar sebagai saksi bisu sejarah
Tambahan :
Tempat ini saat ini sedang berada dalam proses renovasi, yang dimana saat kami melakukan kunjungan ke benteng Moraya kami melihat beberapa tempat yang sedang dibangun. seperti tempat rehat untuk para wisatawan, serta sebuah tempat yang bentuknya seperti colosium. Kata penjaga Benteng Moraya Colosium itu nantinya digunakan untuk tempat pertunjukan.




